Di atap garasi, di sebelah kiri antena, duduk seorang kakek berjanggut putih dengan baju merah. Sinterklas! Tangan kanan Sinterklas memegang toples nastar, dan mulutnya penuh. "Maaf," katanya sambil tertawa. "Hujannya deras sekali, jadi saya berteduh di sini. Dan nastar ini harum sekali."